About

Tentang Wayang

Wayang adalah adalah sebuah seni pertunjukan yang telah dipentaskan ribuan tahun sebelum masehi. Seni pertunjukkan dalam suatu pagelaran wayang meliputi  seni suara, seni sastra, seni musik, seni tutur, seni rupa, drama dan lain-lain.

Wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai ‘bayangan’, hal ini disebabkan karena penontonnya juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau bayangannya saja. Dalam pertunjukkan wayang kulit, seorang dalang memainkan wayang kulit di depan kelir, yaitu layar yang dibuat dari kain putih, sementara dibelakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak(blencong), sehingga penonton yang dibelakang layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Sedangkan penonton yang ada di depan kelir dapat melihat pertunjukkan wayang secara nyata bentuk maupun warnanya, bukan bayangannya.

Dalam cerita wayang selain sebagai tontonan juga merupakan tuntunan, karena di dalamnya terdapat banyak pesan moral dan filosofi yang memiliki korelasi dengan kehidupan nanya. Dalam kisah wayang mengandung suatu kearifan universal, nilai-nilai dan ajaran kebijaksanaan serta keluhuran budi pekerti yang relevan dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Wayang Sebagai Sarana Pendidkan

Unsur-unsur pendidikan dalam cerita pewayangan di antaranya, masalah kebenaran, keadilan, kejujuran, ketaatan, kesetiaan, kepahlawanan, spiritual, psikologi, filsafat segala aspek perwatakan manusia dan problematiknya.

Unsur pendidikan dalam pagelaran wayang bukan dalam ceritanya saja namun juga terdapat dalam perwujudan gambar masing-masing wayang yang merupakan gambaran watak, sifat manusia.

Sebagian besar sifat dasar, watak manusia digambarkan dalam bentuk raut muka wayang, yaitu wujud, posisi dan warnanya. Perwujudan raut muka pada bentuk mata, hidung, mulut dan warna wayang dapat mengekspresikan perwatakan.

Wayang Sebagai Media Informasi dan Hiburan

Wayang dapat dipakai sebagai media informasi, karena pertunjukkannya yang komunikatif, sebagai alat untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam menyampaikan informasi untuk dapat memahami suatu tradisi, masalah kehidupan dan segala aspeknya.

Wayang sebagai media hiburan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Dalam perkembangannya pertunjukkan wayang sering diisi dengan campursari, lawakan dan sebagainya. Namun hendaknya para pengelola pagelaran wayang hendaknya tetap mematuhi pakem yaitu sebagai tontonan sekaligus tuntunan.

Wayang adalah Kisah Sejarah Peradaban Nusantara

Cerita wayang yang masih menggunakan pakem pendalangan asli yang bersumber pada Kitab Tantu Pagelaran di dasarkan pada kisah-kisah atau peristiwa yang terjadi di nusantara. Pagelaran wayang juga juga banyak mengambil kisah-kisah dalam Kakawin BharataYudha yang ditulis Empu Sedah dan Empu Panuluh.